Jumlah air bersih saat ini semakin menurun karena secara terus menerus digunakan tanpa dapat didaur ulang seperti bahan lainnya. Riset yang dilakukan oleh siswa Inggris , menyatakan jika sekitar 1% saja yang bisa dikonsumsi. Sehingga hal ini menimbulkan kekhawatiran bila ketiadaan air yang sehat menyebabkan banyaknya penyakit akibat air. Masyarakat kebanyakan memikirkan bagaimana mendapat air tanpa melihat asal ari tersebut di ambil, seperti air hujan, air sungai dan air tanah.

Menurut ahli hidrogeologis jumlah air tawar yang ada di bumi hanya 4%, namun hanya 1 % saja yang layak konsumsi. Kuantitas air yang bersih hanya sedikit oleh karena itu kita harus menggunakan seperlunya saja. Standar dari WHO air yang dapat dimanfaatkan untuk diminum mempunyai kadar kandungan unsur mineral kurang dari 100. Menurut TDS air yang layak digunakan dibagi menjadi 4, yaitu:
Jika lebih dari 100 ppm artinya tidak layak menjadi air minum.
Jika 10 – 100 ppm berarti air bisa diminum.
Jika kadarnya 1 sampai 10 ppm adalah air murni.
Jika 0 ppm berarti air organik.

Jika tubuh terlalu banyak menampung mineral non organik dan tidak dapat dikeluarkan lagi, maka yang terjadi semakin lama bahan berbahaya tersebut akan mengendap di tubuh. Pengendapan dalam tubuh ini biasanya menjadi sebuah penyakit yang mengganggu kesehatan. Oleh karena itu air bersih memang sangat diperlukan.

Post a Comment

digipat.net 2015. Powered by Blogger.
 
Top