Masa kanak-kanak adalah masa keemasan. Para ahli ilmu gizi menyebutnya dengan istilah golden age. Mengapa demikian? Karena pada masa ini, terutama masa dua tahun pertama adalah masa perkembangan otak paling utama. Pada masa ini otak anak seperti kaset kosong yang siap diisi dengan apa pun pasti akan ditampungnya. Lalu tepatkah cara belajar membaca diterapkan pada usia ini?
Masa kanak-kanak adalah masa fun. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa pada masa ini anak tidak boleh dibebani dengan hal-hal yang membuat masa kanak-kanaknya hilang. Misalnya dengan pelajaran berhitung dan belajar membaca. Ternyata pendapat tersebut salah besar. Memang benar masa anak-anak adalah masa bermain, namun kita tidak boleh menyia-nyiakaan masa golden age anak. Seperti kita ketahui sebanyak 50% otak anak berkembang pada usia 2 tahun pertama. Pada masa inilah anak mudah untuk menangkap segala sesuatu yang didengar atau dilihatnya. Yang menjadi kesalahaan besar orang tua adalah kurang mengoptimalkan perkembangan tersebut. Perkembangan otak anak harus didukung dengan vitamin yang cukup Vitamin A, B, C, dan E untuk membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit. Dengan demikian menunjang anak untuk belajar. Selain itu anak membutuhkan nutrisi lengkap yaitu omega 3 dan omega 6 yang terdapat dalam susu Dancow. Nutrisi ini membantu anak untuk tetap aktif dan kreatif. Selanjutnya kesalahan lainnya yaitu cara belajar yang salah. Biasanya orang tua memaksa anak untuk belajar. Seharusnya pada usia ini diterapkan system ‘bermain sambil belajar’. Maksudnya, anak tetap bermain namun disela-sela permainan terdapat pelajaran, misalnya cara belajar membaca dengan bermain tembak-tembakan (jika anak laki-laki). Tempelkan huruf-huruf di dinding. Kemudian ibu mnyebutkan salah satu huruf tersebut. Anak menembakkan peluru ke arah huruf. Jika benar berikan anak reward, misalnya berbetuk tepuk tangan atau ciuman kasih sayang. Jika salah beri semangat untuk mencoba lagi. Lakukan hal tersebut disela-sela bermainnya secaraa berulang. Jika anak menolak jangan dipaksa, biarkan dia melakukan permainan lain. Sebetulnya banyak metode yang dapat kita lakukan untuk mendorong anak belajar di usia batita atau balita. Hal yang paling penting adalah lakukan di sela-sela bermainnya.
Cara belajar membaca yang efektif untuk anak adalah tergantung pada mind set para orang tua. Jika orang tua menargetkan anak pandai membaca, anak akan terbebani karena disini ada unsur paksaan. Nah inilah yang disebut Big Mistake (kesalahan besar). Ubah mind set tersebut menjadi anak bermain sambil belajar membaca untuk kesenangan mereka. Dengan tujuan tersebut anak tidak akan terbebani dengan keinginan orang tua. Dalam hal ini orang tua jangan terlalu egois.
digipat.net 2015. Powered by Blogger.
 
Top